contoh essay bahasa inggris

write my papers org review

Hit enter to search or ESC to close. Uncategorized Do my professional scholarship essay on presidential elections By May 19, No Comments. Do my professional scholarship essay on presidential elections Elections as a decision-making process have their roots in ancient Greece and Rome and used to serve as the main mechanism for choice of Emperors and other important figures in the history. Though writing an essay for a scholarship application can be a daunting task, think of it as an opportunity to showcase your abilities and talents to the scholarship committee.

Contoh essay bahasa inggris argumentative essay research examples

Contoh essay bahasa inggris

Congratulate, remarkable resume un secret de grimbert something

Here are a few paragraphs that the reasons why free education is not appropriate to be implemented in this country. The first reason is, the word free in the discussion indicated that there was not a dime costs. But in fact, there is still a school levy.

Students will still be charged as buying sports clothing, uniforms, and other school needs. This is because aid is given only help operasioanl alone, such as the cost of electricity, water, books - textbooks, and etc. That's not enough because the school also requires operational costs should be paid every day like, the cost of photocopies, markers, and others. So the school will definitely keep charging their students.

Therefore, the word free in this discourse is not appropriate and no more only as a sweetener alone. The second reason is, if it is free, students will have no sense of responsibility. They will go around school because they think the school does not require sacrifice one bit. However, if they paying the students will have a very high responsibility for learning.

They will seriously follow the lessons in school. Furthermore, if the government remains committed to the education as free, means the government will disburse funds. However, that is a problem in Here in is not the funds, but the funds disbursement process that will lead to some problems.

As it is known that the disbursement of funds is usually carried out in the central government, so as to achieve the school funds must pass through several post first. This is what will create opportunities crimes. There will be elements that cut funding on the grounds of administrative costs. As a result, funds to school is no longer intact as it was originally. Moreover, this funding will happen very long. In fact, it takes many - months to get to school. In fact, the school is very costly - the costs to finance the operational purposes of schools that must be paid.

As a result, the school - the school can not run optimally. For example, if the absence of markers, or photocopy them definitely asking for funds to students san ends - ends they do not pay as well. Based on the reasons that have been outlined above, it can be concluded that free education is just a promise merely because it is impossible remedy is implemented and if implemented would be ineffective.

This is due to several things such as, funds provided by the government will not be enough, making students become responsible, and the process is long and difficult. Therefore, the discourse of free education is more appropriate and reasonable if it is replaced with cheap education. Saat ini, banyak pemimpin potensial, baik pemimpin dan pemimpin pusat daerah akan memberikan pendidikan gratis bagi warga negara. Mereka berjanji bahwa jika mereka terpilih, mereka akan memberikan pendidikan yang layak secara gratis.

Namun, di bidang wacana pendidikan gratis sangat mustahil untuk dilaksanakan. Wacana ini akan menemukan beberapa masalah yang akan terjadi dalam kehidupan nyata jika tetap melakukan. Berikut adalah beberapa paragraf bahwa alasan mengapa pendidikan gratis tidak tepat untuk diterapkan di negara ini.

Alasan pertama adalah, kata bebas dalam diskusi menunjukkan bahwa tidak ada biaya sepeser pun. Namun pada kenyataannya, masih ada pungutan sekolah. Siswa akan tetap dikenakan biaya sebagai pakaian membeli olahraga, seragam, dan kebutuhan sekolah lainnya. Hal ini karena bantuan yang diberikan hanya membantu operasional saja, seperti biaya listrik, air, buku - buku pelajaran, dan lain-lain Itu tidak cukup karena sekolah juga memerlukan biaya operasional yang harus dibayar setiap hari seperti, biaya fotokopi, spidol , dan lain-lain.

Jadi sekolah pasti akan terus pengisian siswa mereka. Oleh karena itu, kata bebas dalam wacana ini tidak tepat dan tidak lebih hanya sebagai pemanis saja. Alasan kedua adalah, jika itu gratis, siswa akan memiliki rasa tanggung jawab. Essay adalah salah satu karya tulisan yang membahas mengenai suatu topik dari sudut pandang penulisnya. Tidak jarang, guru maupun dosen akan memberikan tugas untuk menulis essay dengan topik yang ditentukan kepada para siswa dan mahasiswa untuk melihat sejauh mana kemampuan mereka dalam menulis.

Bukan hanya dalam bahasa Indonesia, tugas menulis essay juga kerap diberikan dalam bentuk bahasa Inggris. Untuk membuat essay dalam bahasa Inggris, tentu ada beberapa informasi yang harus kamu ketahui terlebih dulu, dan kamu dapat menyimak beberapa informasi tersebut sekaligus dengan e ssay berbahasa Inggris berikut ini.

Dalam penulisan essay bahasa Inggris, terdapat 4 jenis essay yaitu narrative, descriptive, expository, dan argumentative essay. Setiap essay tersebut mempunyai fungsi dan bentuk berbeda dan selengkapnya bisa kamu simak lewat penjelasan berikut.

Jenis essay naratif berisikan tentang cerita dengan sudut pandang orang pertama atau ketiga. Narrative essay biasanya memiliki karakter, alur, setting , dan juga plot mengingat jenis essay ini mencoba menceritakan sebuah cerita.

Descriptive essay mencoba mendeskripsikan mengenai suatu karakteristik dari suatu objek, tempat, kejadian, maupun manusia. Pendeskripsian dalam esai deskriptif harus dituliskan sedetail mungkin, sehingga pembaca mampu memahami karakteristik dari objek tersebut secara langsung.

Pada expository essay akan membahas, membandingkan, maupun mengeksplorasi mengenai suatu masalah dengan bahasa yang mudah dipahami. Dalam argumentative essay , penulis akan menjelaskan mengenai suatu topik dengan dukungan data maupun penjelasan dari ahli untuk meyakinkan pembaca mengenai topik tersebut. Sehingga, dalam jenis essay ini, penulis tidak sekadar menyatakan mengenai opini, namun juga memberikan dukungan fakta yang dapat dipercaya.

Baca juga: Mengenal Metode Penelitian Sosial. Sebelum melihat bagaimana e ssay yang benar, kamu perlu untuk mengetahui dulu mengenai bagian-bagian pada essay. Secara umum, essay mempunyai bagian-bagian yang sama yaitu terdiri dari:. Introduction atau pendahuluan merupakan bagian pembuka dari essay yang kamu tulis.

Bagian awal harus menarik pembaca untuk membaca lebih lanjut. Biasanya, dalam bagian ini juga terdapat thesis statement atau pernyataan mengenai masalah inti yang akan kamu bahasa dalam essay. Bagian ini termasuk bagian tengah essay yang menjelaskan lebih lanjut tentang thesis statement yang sudah kamu jelaskan di bagian introduction. Penjelasan detail dalam body dapat berupa contoh maupun dukungan data tertentu yang bisa menopang topik yang kamu angkat.

Bagian ini juga boleh melebihi satu paragraf jika memang perlu penjelasan yang lebih mendetail. Kemudian, dibutuhkan kalimat penghubung antar satu paragaraf dengan yang lain untuk menunjukkan adanya hubungan antar paragraf tersebut.

Conclusion adalah bagian akhir yang berupa kesimpulan dari suatu essay. Pada bagian ini, kamu harus mengulas kembali topik yang diangkat, namun kalimat yang digunakan tidak boleh sama dengan kalimat di bagian introduction.

Kemudian, kamu juga perlu menuliskan poin-poin penting yang telah kamu temukan di bagian body. Usahakan untuk membuat kesimpulan yang padat, namun tidak terlalu bertele-tele juga. Nah , setelah mengetahui sekilas mengenai jenis-jenis essay beserta bagian-bagian yang ada dalam essay , berikut akan ada 3 essay dalam bahasa Inggris untuk membantumu lebih memahami penjelasan yang sudah dijabarkan.

E ssay yang pertama ini akan membahasa mengenai pentingnya tidur di malam hari untuk kesehatan dan termasuk dalam jenis argumentative essay. However, many people do not realize it and tend to develop a bad habit by stay awake at night. In this era of advanced technology, there were many disturbances for having a quality night sleep such as using mobile phones for binge-watching movies and scrolling through social media.

Thus, it is quite important to understand and acknowledge how important getting enough sleep for our healthiness and avoiding these kinds of a bad habits. Adults need at least 8 hours of sleep every night and some research has proofed that having enough sleep provides health benefits and not merely for physical health, but also mental health.

For physical health, having enough sleep able to boost the immune system, improve the ability to think, prevent obesity, heart disease, diabetes, and so forth. Furthermore, having enough sleep has been proven to prevent a human being from a mental health problem such as depression and anxiety. Hence, sleep is a vital way to control our physical and mental health and as an adult, it is better to fulfill our daily need of sleeping. Set your schedule to sleep on time and abstain from phone or other distractions that may decrease the quality of sleep.

Once we develop a good habit of sleeping, thus we can carry out life well and be more relax to enjoy the days ahead. E ssay bahasa Inggris berikut ini mengangkat topik mengenai meraih mimpi dan termasuk dalam jenis descriptive essay. The concept of pursuing a dream has been introduced since the childhood stage. This becomes one of the essential things because pursuing a dream can be a light to keep an individual moving forward in life.

ESL REFLECTIVE ESSAY WRITER WEBSITE FOR UNIVERSITY

Local Aspect : Deforestation region because of human presence and subsequent activities near river has also contributed the problem, the city ground surfaces are primarily covered by hard material. As the rainy season comes, special district of Jakarta faces serious problem such as flood , the greater Jakarta districts is prone to floods and mudslides. The very heavy rains in Jakarta have created severe flooding in many parts of the capital and its surrounding districts. There are three main aspects associated with the cause of flooding in Jakarta: Global, regional and local.

Jakarta and all coastal cities in the world face a high potential of flooding due to global warming. Global warming partly to support for heavy rainfall events. Deforestation in the headwater regions because of development of farms, plantations and housing has reduced rainwater absorption, sparking massive water flows to lower areas and, hence, flood in Jakarta. To avoid the flood, there are some plans such as discouraging flood prone area, protecting natural system such as wetland that help buffer against floods, then develop artificial lakes to act as water reservoirs along the West Java border outside Jakarta to take the brunt of the overflowing river.

The West Java authority is only reluctantly providing land for this purpose. Many urban experts argue that the lack of open spaces and green areas in Jakarta is a source of the flood, The city ground surface are primarily covered by hard material, as rainwater cannot be absorbed by the ground surface.

Unfortunately, Jakarta does not have an integrated drainage system and even lacks appropriate water channels. Old channels, built in the s are maintained to this day, although they are no longer sufficient to accommodate the current levels of rainwater. The water channels should be sufficiently large to accommodate the runoff water and so avoid overflowing water that causes flood.

Mohon maaf bila ada kesalahan dalam penulisan. The students belong to this group usually students who are socialized, have good intrapersonal skill, talkative, and love arguing ideas. They are usually unable to study effectively by themselves. They need friends to exchange the information and even learn certain subjects.

For example the student named Bill loves discussing certain subjects in the class. He needs friends to help him learn the subjects by exchanging the information they have got. Therefore, this group contains students who have sociable characteristics.

The second one is individual learning. The characteristics of students who adopt this learning style are so different from the group learning. Students in this group tend to work and study by themselves. They dont enjoy studying and working in a group. They need a wide space for themselves and quiet place to concentrate on their work or study. They enjoy searching materials from library, internet, and also books. They also cannot cooperate well when they are working in a group.

These independent learners also prefer a quiet place to study to a noisy one. The example of this group learning is Montresors. He is an independent learner. While everyone in the class is busy discussing something, he just calmly reads books and separates himself from other students in the class. The students in this group learning have the opposite characteristics of the group learning style.

The last is mentoring-learning. Actually the characteristics of students who adopt this learning style are not so different from individual learning style and group learning style. It actually has several differences in the level of the ways how students learn, get the information, and achievement. Usually, students who apply this style tend to learn by discussing with their lecturers or persons who are capable enough to share information.

They also love searching materials and discussing the material with the lecturers privately. They always love asking several questions in the class. They only enjoy studying with the lecturers or people who are academically capable in their own perspective. The model of this learning style is Fortunato. He is very active in the class and also has time to discuss certain topics with his lecturers outside the lecturing time.

This small framework of learning styles that is adopted by English Department students can reflect other students learning styles outside English Department in general. They have different characteristics and actually features that correlate with students personality itself.

Thus, it is very important to determine and classify students learning styles in order to treat them effectively based on their learning styles. Jenis-jenis Gaya Belajar Mahasiswa Jurusan Bahasa Inggris Sehubungan dengan penelitian terbaru yang telah diambil oleh saya, berhubungan dengan berbagai gaya belajar mahasiwa Bahasa Inggri, sebenarnya telah memberikan data yang singkat dan jelas tentang hubungan antara gaya belajar siswa dan prestasi. Ada Grouplearning, individu-learning, dan mentoring-learning sebagai klasifikasi gaya belajar siswa jurusan Bahasa Inggris.

Berikut adalah penjelasan saya tentang gaya belajar para siswa. Yang pertama adalah bahwa gaya belajar siswa yang dapat diklasifikasikan ke dalam gaya belajar kelompok. Siswa dalam kelompok ini cenderung untuk bekerja sama dengan temanteman mereka. Mereka menikmati mendiskusikan topik-topik tertentu dengan teman-teman mereka dan berbagi beberapa ide di forum diskusi. Para siswa termasuk kelompok ini biasanya siswa yang disosialisasikan, memiliki keterampilan intrapersonal yang baik, banyak bicara, dan cinta berdebat ide.

Mereka biasanya tidak dapat belajar sendiri secara efektif. Mereka membutuhkan teman untuk bertukar informasi dan bahkan belajar mata pelajaran tertentu. Misalnya siswa bernama Bill mencintai membahas mata pelajaran tertentu di kelas. Dia perlu teman untuk membantunya belajar mata pelajaran dengan bertukar informasi yang mereka punya.

Oleh karena itu, kelompok ini memiliki siswa yang memiliki karakteristik bersosialisasi. Yang kedua adalah pembelajaran individual. Karakteristik siswa yang mengadopsi gaya belajar ini sangat berbeda dari belajar kelompok.

Siswa dalam kelompok ini cenderung untuk bekerja dan belajar sendiri. Mereka tidak menikmati belajar dan bekerja dalam kelompok. Mereka membutuhkan ruang yang luas untuk diri mereka sendiri dan tempat yang tenang untuk berkonsentrasi pada pekerjaan atau studi mereka. Mereka menikmati bahan mencari dari perpustakaan, internet, dan juga buku. Mereka juga tidak bisa bekerja sama dengan baik ketika mereka bekerja dalam kelompok.

Ini pelajar yang mandiri juga lebih suka tempat yang tenang untuk belajar ke yang bising. Contoh pembelajaran kelompok ini adalah Montresors. Dia adalah seorang pembelajar mandiri. Sementara semua orang di kelas sibuk membahas sesuatu, ia hanya tenang membaca buku dan memisahkan diri dari siswa lain di kelas. Para siswa dalam pembelajaran kelompok ini memiliki karakteristik yang berlawanan dari gaya belajar kelompok.

Yang terakhir adalah mentoring-learning. Sebenarnya karakteristik siswa yang mengadopsi gaya belajar ini tidak begitu berbeda dari gaya belajar individu dan gaya belajar kelompok. Ini benar-benar memiliki beberapa perbedaan dalam tingkat cara bagaimana siswa belajar, mendapatkan informasi, dan prestasi. Biasanya, siswa yang menerapkan gaya ini cenderung belajar dengan berdiskusi dengan dosen atau orang-orang yang cukup mampu untuk berbagi informasi mereka.

Mereka juga suka mencari bahan dan mendiskusikan materi dengan dosen pribadi. Mereka selalu suka menanyakan beberapa pertanyaan di kelas. Mereka hanya menikmati belajar dengan dosen atau orang-orang yang secara akademis mampu dalam perspektif mereka sendiri. Model gaya belajar ini adalah baik. Dia sangat aktif dalam kelas dan juga memiliki waktu untuk mendiskusikan topik-topik tertentu dengan dosen di luar waktu perkuliahan.

Kerangka kecil ini gaya belajar yang diadopsi oleh mahasiswa Bahasa Inggris siswa dapat mencerminkan gaya belajar siswa lain di luar Departemen bahasa Inggris pada umumnya. Mereka memiliki karakteristik yang berbeda dan benar-benar fitur yang berhubungan dengan kepribadian siswa itu sendiri.

Oleh karena itu, sangat penting untuk menentukan dan mengklasifikasikan gaya belajar siswa untuk memperlakukan mereka secara efektif berdasarkan gaya belajar mereka. The sobriquet for somebody who has high train alludes to an individual who constantly display on time, follow to the principles, act as per standards that connected, etc.

Despite what might be expected, epithet for an individual who is absence of control ordinarily alludes to an individual who cant completely conform to regulations and procurement from the group and the administration or principles set by a certain establishments. An understudy in their learning exercises in school wont free from different peace framework connected in schools, and each understudy is charged to carry on as per the tenets in the school.

Understudies accommodation and compliance against the guidelines at school is normally called as understudies order. In the interim, the principles and different procurement which oversee the work of the understudy are known as the school disciplines. School order is for keeping up the understudies conduct with the goal that they dont turn aside despite everything they carry on as per the standards, the regulation and great administration at school. The meaning of school control is at times likewise connected to dispense discipline sanctions as an outcome of an infringement of the guidelines albeit once in a while it gets to be debate in applying the strategies for order, so it stucks as physical treatment blunder physical abuse and the mental treatment lapse mental abuse.

The reasons of the control at school are giving backing to the production of good conduct, urging understudies to do great and right, helping understudies to comprehend and accommodate with the requests of nature and far from doing things which are restricted by the school, and understudies figure out how to live with great traditions and it will valuable for him and their surroundings. In the classroom, if an educator is not ready to apply train well, the understudies may be less roused and get the specific accentuation, and the environment of figuring out how to be less helpful for get the understudies accomplishment in learning.

Control is created into preventive order and remedial control. Preventive control is a push to urge the understudies to take after and conform to the regulation. By that way, the understudies get to be restrained and develop themselves over existing regulations. Restorative control is a push to direct understudies to stay complying with the tenets. For the individuals who disregard approvals will be given a lesson and change with the goal that they keep up and take after the current guidelines.

Discussing school discipline cant be separable with the issue of the understudies negative conduct. Negative conduct that happens among young person understudies as of late is extremely stressing, for example, free sexual coexistence, medications, cruiser posse and a mixed bag of the demonstration of that consider along with the course of other criminal that can hurt you, as well as damage the general public.

In the inside school, there is still discovered a rupture of different guidelines at schools from light level until abnormal state, for example, fleeing from school, battle, deceiving, shakedown, robbery and the manifestations of other conduct misleading. Terjemahan Dalam Bahasa Indonesia. Sebutan untuk seseorang yang memiliki disiplin yang tinggi mengacu pada orang yang selalu hadir tepat waktu, taat kepada aturan, berperilaku sesuai dengan norma-norma yang berlaku, dan sebagainya.

Sebaliknya, sebutan untuk orang yang kurang disiplin biasanya mengacu pada orang yang tidak dapat sepenuhnya memenuhi peraturan dan ketentuan dari masyarakat dan pemerintah atau aturan yang ditetapkan oleh lembaga tertentu. Seorang mahasiswa dalam kegiatan belajar mereka di sekolah tidak akan lepas dari berbagai hukum dan sistem order yang diterapkan di sekolah-sekolah, dan setiap siswa dibebankan untuk berperilaku sesuai dengan aturan di sekolah.

Mahasiswa penyerahan dan ketaatan terhadap peraturan di sekolah yang biasa disebut sebagai siswa disiplin. Sementara itu, aturan dan ketentuan lain yang mengatur pekerjaan siswa disebut disiplin sekolah. Disiplin sekolah adalah untuk menjaga perilaku siswa sehingga mereka tidak menyimpang dan mereka masih berperilaku sesuai dengan norma-norma, peraturan dan tata pemerintahan yang baik di sekolah.

Definisi disiplin sekolah kadang-kadang juga diterapkan untuk memberikan hukuman sanksi sebagai konsekuensi dari pelanggaran aturan meskipun kadang-kadang menjadi kontroversi dalam menerapkan metode disiplin, sehingga macet dalam bentuk kesalahan perlakuan fisik penganiayaan fisik dan kesalahan perawatan psikologis penganiayaan psikologis. Tujuan dari disiplin di sekolah yang memberikan dukungan untuk terciptanya perilaku yang baik, mendorong siswa untuk berbuat baik dan benar, membantu siswa untuk memahami dan menyesuaikan dengan tuntutan lingkungan dan jauh dari melakukan hal-hal yang dilarang oleh sekolah, dan siswa belajar untuk hidup dengan kebiasaan yang baik dan itu akan bermanfaat bagi dirinya dan lingkungannya.

Di dalam kelas, jika guru tidak mampu menerapkan disiplin dengan baik, siswa mungkin kurang termotivasi dan mendapatkan penekanan khusus, dan suasana belajar menjadi kurang kondusif untuk mendapatkan prestasi siswa dalam belajar. Disiplin dikembangkan menjadi disiplin preventif dan disiplin korektif. Disiplin preventif adalah upaya untuk mendorong para siswa untuk mengikuti dan mematuhi peraturan tersebut. Dengan cara itu, siswa menjadi disiplin dan tumbuh sendiri atas peraturan yang ada.

Disiplin korektif adalah upaya untuk mengarahkan siswa untuk tetap mematuhi aturan. Bagi mereka yang melanggar sanksi akan diberikan pelajaran dan reformasi sehingga mereka mempertahankan dan mengikuti aturan yang ada. Berbicara tentang disiplin sekolah tidak bisa dilepas dengan masalah perilaku negatif siswa.

Perilaku negatif yang terjadi di kalangan siswa remaja baru-baru ini sangat mengkhawatirkan, seperti: kehidupan bebas seks, narkoba, geng motor dan berbagai tindakan yang angka ke. Di internal sekolah, masih ada ditemukan pelanggaran berbagai aturan di sekolah dari tingkat cahaya sampai tingkat tinggi, seperti: lari dari sekolah, berkelahi, kecurangan, pemerasan, pencurian dan bentuk-bentuk penipuan perilaku lainnya. Open navigation menu. Close suggestions Search Search.

User Settings. Skip carousel. Carousel Previous. Carousel Next. What is Scribd? Uploaded by Sonia V Sabda. Document Information click to expand document information Description: Flood has already been included in the agenda of the annual disaster in Indonesia.

You were sales buzzwords for resume can suggest